BP Batam Siapkan 18,1 Hektare Lahan, Pembangunan Sekolah Rempang Capai Rp158 Miliar

Untuk akses jalan di dalam kawasan sekolah, Amsakar menjelaskan pembangunan dan penyediaannya menjadi bagian dari tanggung jawab yayasan. Sementara infrastruktur akses di luar kawasan menjadi kewenangan pemerintah.

Jaringan akses tersebut nantinya menghubungkan berbagai fasilitas di dalam kawasan, mulai dari gedung belajar, asrama, area perusahaan hingga rumah ibadah.

Bacaan Lainnya

Skema Pengelolaan dan Rekrutmen Guru

Mengenai pengelolaan sekolah, Amsakar mengatakan pemerintah bersama yayasan masih akan membahas skema terbaik setelah pembangunan fisik selesai.

Salah satu opsi yang dibahas adalah pengelolaan oleh pemerintah. Jika skema tersebut diterapkan, proses rekrutmen tenaga pendidik akan berada di bawah pemerintah.

Namun, pengelolaan oleh yayasan juga masih menjadi kemungkinan.

“Biarlah ke depan nanti kita rembukkan bersama. Tapi soal guru, proses rekrutmennya akan kita lakukan secara terbuka,” kata Amsakar.

Ia menegaskan tenaga pendidik yang direkrut harus memiliki kompetensi tinggi karena sekolah tersebut ditargetkan menjadi sekolah unggulan sekaligus percontohan bagi daerah lain.

Amsakar berharap kolaborasi pembiayaan antara pemerintah dan dunia usaha dalam pembangunan sekolah tersebut dapat menjadi referensi bagi pengembangan pendidikan berbasis kemitraan.

“Semoga ini menjadi catatan sejarah bagi Kota Batam yang kita cintai,” ujarnya. (Iman Suryanto)

Pos terkait