BWI Batam Bangun Wakaf Rumah Qur’an Bernilai Edukasi dan Ekonomi, Dana Rp3 Miliar Masih Dibutuhkan

Menurut Buralimar, model wakaf produktif yang diterapkan pada proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan wakaf yang efektif dan berkelanjutan di Kota Batam maupun Kepulauan Riau.

“Hasil usaha yang dikelola di lantai dasar nantinya akan menjadi sumber pembiayaan berkelanjutan bagi kegiatan pendidikan dan pembinaan santri. Dengan demikian, keberlangsungan program tidak hanya bergantung pada donasi, tetapi juga didukung oleh kekuatan ekonomi yang dibangun dari aset wakaf itu sendiri,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Meski pekerjaan pondasi telah selesai, perjalanan pembangunan Wakaf Rumah Qur’an masih memerlukan dukungan besar dari masyarakat. Untuk menyelesaikan pembangunan hingga bangunan siap beroperasi, BWI Kota Batam memperkirakan masih membutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar.

Karena itu, BWI mengajak para wakif, dermawan, pelaku usaha, serta seluruh elemen masyarakat Batam untuk bersama-sama berpartisipasi dalam mewujudkan proyek yang diharapkan menjadi pusat lahirnya generasi Qur’ani masa depan tersebut.

“Dengan semangat gotong royong dan wakaf produktif, kami optimis Wakaf Rumah Qur’an ini dapat segera terwujud dan menjadi pusat lahirnya generasi Qur’ani yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat Kota Batam,” tambahnya.

Apabila terwujud sesuai rencana, Wakaf Rumah Qur’an BWI Kota Batam tidak hanya menjadi tempat belajar Al-Qur’an, tetapi juga simbol kemandirian ekonomi umat melalui pengelolaan wakaf yang produktif dan berkelanjutan. Sebuah investasi sosial jangka panjang yang manfaatnya diharapkan terus mengalir bagi generasi mendatang. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *