Pengembangan infrastruktur yang terintegrasi diharapkan dapat memberikan kepastian operasional bagi investor sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan Kabil dan Nongsa sebagai lokasi pengembangan industri teknologi.
Dari perspektif ekonomi, investasi SWRO Kabil juga memperlihatkan semakin besarnya peran sektor swasta dalam penyediaan infrastruktur dasar yang mendukung kegiatan industri.
Ketersediaan air bersih yang memadai menjadi salah satu faktor penting bagi keberlanjutan operasional kawasan industri, sekaligus mendukung rencana penambahan kapasitas dan masuknya investasi baru.
Sementara itu, Kepala BP Batam, **Amsakar Achmad**, menyampaikan apresiasi atas komitmen Citrama Group dalam memperkuat infrastruktur air di Batam.
Menurut Amsakar, pembangunan SWRO Kabil merupakan investasi strategis karena tidak hanya mendukung kebutuhan operasional kawasan industri, tetapi juga membantu menjawab tantangan ketersediaan air di tengah meningkatnya aktivitas investasi.
“Kami mengapresiasi langkah Citrama yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.
Ia menilai, investasi infrastruktur dasar seperti SWRO memiliki arti penting bagi penguatan daya saing Batam sebagai salah satu tujuan investasi.
Pasalnya, kepastian pasokan air menjadi salah satu pertimbangan dunia usaha dalam merencanakan ekspansi bisnis dan investasi jangka panjang.
“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya,” tambahnya.
Amsakar berharap kolaborasi pemerintah dan sektor swasta terus diperkuat agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan seiring dengan pertumbuhan investasi.












