Indra juga menyebutkan jumlah investor pasar modal secara nasional telah menembus angka 32 juta pada Oktober 2026. Angka tersebut memperlihatkan besarnya potensi pasar domestik di tengah upaya memperluas basis investor dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam perekonomian.
Bagi Kepri, peningkatan jumlah investor menjadi peluang untuk memperkuat ekosistem investasi daerah.
Namun, pertumbuhan tersebut juga perlu diimbangi dengan edukasi yang memadai agar masyarakat tidak sekadar mengikuti tren, tetapi memahami karakteristik, potensi keuntungan, dan risiko setiap instrumen investasi.
Di balik pertumbuhan jumlah investor, pasar saham masih menghadapi tantangan. Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi berbagai sentimen, mulai dari perkembangan ekonomi global hingga kondisi sosial dan politik.
Indra menjelaskan, pernyataan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) sempat memicu kekhawatiran di kalangan investor.
Namun, menurut dia, tekanan terhadap IHSG tidak dapat dilepaskan dari sejumlah faktor lain, termasuk kebijakan suku bunga internasional.
“Pada hari pertama saat MSCI mengeluarkan pernyataan, memang ada kepanikan dari investor. Tetapi, penurunan IHSG bukan hanya disebabkan hal itu, melainkan juga faktor-faktor lain, seperti suku bunga internasional dan kondisi sosial politik,” jelasnya.
MSCI memiliki pengaruh terhadap dinamika investasi karena indeks dan penilaiannya menjadi salah satu acuan bagi investor domestik maupun asing dalam menentukan strategi penempatan dana.











