Tren tersebut berlanjut pada 2023 dengan pertumbuhan yang semakin merata. Bintan menjadi daerah dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 8,32 persen, diikuti Batam 7,04 persen dan Karimun 5,50 persen. Natuna akhirnya kembali tumbuh positif, sementara Anambas juga mulai bangkit.
Anambas dan Natuna Melonjak pada 2025
Kepulauan Anambas mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 15,54 persen, tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Natuna menyusul dengan pertumbuhan 10,49 persen setelah pada tahun sebelumnya mengalami kontraksi.
Lonjakan tersebut menjadi indikator pulihnya aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan, terutama yang ditopang sektor minyak dan gas bumi (migas), perikanan, serta aktivitas ekonomi berbasis sumber daya alam.
Di sisi lain, Batam tetap mempertahankan performa yang stabil dengan pertumbuhan 6,76 persen. Bintan tumbuh 6,43 persen, Karimun 5,44 persen, sedangkan Tanjungpinang dan Lingga masing-masing mencatat pertumbuhan 3,31 persen dan 3,53 persen.
Batam Tetap Menjadi Lokomotif Ekonomi Kepri
Selain pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia juga menyoroti struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepulauan Riau yang masih sangat bergantung pada Kota Batam.
Berdasarkan distribusi PDRB atas dasar harga berlaku periode 2020–2025, kontribusi Batam terus meningkat dan diproyeksikan mencapai 66,44 persen pada 2025.
Artinya, lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi Kepulauan Riau berasal dari Batam yang ditopang sektor industri pengolahan, perdagangan, logistik, investasi, dan jasa.
Kabupaten Bintan menjadi kontributor terbesar kedua dengan kontribusi sekitar 8,65 persen pada 2025, disusul Kota Tanjungpinang sekitar 6,98 persen.
Sementara itu, kontribusi Natuna justru mengalami tren penurunan menjadi 6,40 persen akibat fluktuasi sektor migas. Karimun relatif stabil di kisaran 5 persen, sedangkan Kepulauan Anambas sekitar 5,27 persen. Kabupaten Lingga masih menjadi penyumbang terkecil terhadap ekonomi Kepri dengan kontribusi sekitar 1,5 persen.
Meski pemulihan ekonomi berlangsung kuat, Bank Indonesia menilai tantangan terbesar Kepri ke depan adalah menciptakan pertumbuhan yang lebih merata.
Dominasi Batam sebagai pusat ekonomi dinilai menjadi kekuatan sekaligus risiko. Apabila terjadi perlambatan industri atau investasi di Batam, dampaknya akan sangat besar terhadap kinerja ekonomi provinsi secara keseluruhan.










