Ekonomi Kepri Bangkit Pesat, Anambas Tumbuh 15,54 Persen dan Batam Tetap Jadi Motor Utama

KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA – Pemulihan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan tren yang semakin solid setelah terpukul pandemi COVID-19.

Berdasarkan data terbaru Bank Indonesia Perwakilan Kepri memperlihatkan hampir seluruh kabupaten dan kota berhasil kembali tumbuh positif sepanjang periode 2020–2025, meski masih terdapat kesenjangan yang cukup lebar dalam struktur perekonomian antarwilayah.

Bacaan Lainnya

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro, mengatakan pemulihan ekonomi Kepri berlangsung secara bertahap dengan sejumlah daerah mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang signifikan pada 2025.

Paparan tersebut disampaikan Rony dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (25/6/2026).

“Secara umum, pemulihan ekonomi Kepri terus menguat. Namun dinamika pertumbuhan antarwilayah masih menunjukkan perbedaan sesuai karakteristik ekonomi masing-masing daerah,” ujarnya.

Pihaknya juga Pandemi COVID-19 pada 2020 menjadi periode terberat bagi perekonomian Kepulauan Riau. Hampir seluruh kabupaten dan kota mengalami kontraksi akibat melambatnya aktivitas industri, perdagangan, pariwisata, hingga investasi.

Kabupaten Karimun mencatat kontraksi terdalam setelah Kepulauan Anambas, yakni minus 10,54 persen. Lingga turun 9,17 persen, Natuna minus 7,26 persen, Bintan minus 3,11 persen, sedangkan Kepulauan Anambas mengalami kontraksi paling tajam hingga minus 16,88 persen.

Memasuki 2021, pemulihan mulai terlihat meski belum merata. Karimun tumbuh 1,52 persen dan Lingga 1,42 persen, sementara sejumlah daerah seperti Natuna, Bintan, dan Anambas masih mencatat pertumbuhan negatif.

Momentum kebangkitan mulai menguat pada 2022 ketika hampir seluruh daerah kembali memasuki zona positif. Bintan mencatat pertumbuhan 6,10 persen, Batam 5,03 persen, Karimun 3,24 persen, Tanjungpinang 2,92 persen, dan Lingga 2,69 persen. Hanya Natuna yang masih mengalami kontraksi tipis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *