Harga Konsumen Kepri Naik Moderat, Batam Catat Inflasi Tertinggi

Di sisi lain, beberapa kelompok pengeluaran mengalami inflasi relatif rendah, seperti:
1. Kesehatan (0,06%)
2. Pendidikan (0,10%)
3. Rekreasi, olahraga & budaya (0,03%)

Hal ini menunjukkan bahwa tekanan harga masih terkonsentrasi pada kebutuhan mobilitas dan layanan, bukan sektor sosial dasar.

Bacaan Lainnya

Secara wilayah, inflasi tidak merata di kabupaten/kota. Kota Batam mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 3,26 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 112,77. Tingginya inflasi di kota industri ini tidak terlepas dari aktivitas perdagangan, jasa, dan mobilitas yang sangat dinamis.

Sementara itu, Tanjungpinang mencatat inflasi 3,25 persen, Karimun menjadi daerah dengan inflasi terendah, hanya 1,00 persen.

Perbedaan ini menunjukkan karakter ekonomi daerah yang beragam. Batam dan Tanjungpinang sebagai pusat aktivitas perdagangan dan pemerintahan mengalami tekanan harga lebih tinggi dibanding wilayah yang aktivitas ekonominya lebih terbatas.

Meski inflasi meningkat dibanding tahun lalu, angka 3,06 persen masih berada dalam rentang yang dianggap sehat bagi pertumbuhan ekonomi. Inflasi moderat sering kali menjadi indikator bahwa permintaan masyarakat tetap kuat, sementara pasokan masih mampu mengikuti kebutuhan.

Kenaikan harga pada sektor jasa dan transportasi juga dapat diartikan sebagai tanda pemulihan aktivitas ekonomi, terutama mobilitas masyarakat, pariwisata, dan perdagangan.

Namun demikian, pemerintah daerah dan pelaku ekonomi tetap perlu mewaspadai beberapa risiko diantaranya, potensi kenaikan biaya logistik antar pulau; Fluktuasi harga pangan dan tekanan biaya jasa dan transportasi.

Jika tidak diantisipasi, faktor-faktor tersebut dapat mendorong inflasi lebih tinggi pada semester berikutnya.

Dengan tren inflasi yang masih terkendali, prospek ekonomi Kepri pada 2026 dinilai tetap positif. Stabilitas harga menjadi fondasi penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong investasi dan pertumbuhan sektor riil.

Ke depan, sinergi pengendalian inflasi, stabilisasi pasokan, serta penguatan distribusi diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi provinsi berbasis perdagangan dan industri ini. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *