KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA – Kolaborasi Indonesia dan Jepang terus diperkuat melalui kerja sama lintas sektor yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta berbagai organisasi. Sinergi kedua negara diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), daya saing industri, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam peringatan HUT ke-8 Indonesia Jepang Business Network (IJBNet) yang digelar di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Mengusung tema “Menciptakan SDM Unggul, Industri Berdaya Saing, dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan kolaborasi Indonesia-Jepang di berbagai bidang.
Kegiatan tidak hanya diisi dengan paparan dan forum diskusi, tetapi juga mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari kedua negara. Perwakilan pemerintah, organisasi bisnis, pelaku usaha, akademisi, hingga mitra strategis Indonesia dan Jepang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Pertemuan lintas sektor ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama baru sekaligus memperluas pertukaran gagasan dalam mendukung pembangunan ekonomi dan peningkatan kapasitas SDM.
IJBNet sendiri merupakan organisasi yang didukung diaspora Indonesia di Jepang, sahabat Jepang pecinta Indonesia, serta masyarakat Indonesia lainnya yang memiliki kepedulian terhadap penguatan hubungan antara Indonesia dan Jepang.
Melalui kolaborasi lintas sektor, IJBNet terus mendorong terciptanya berbagai bentuk kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di kedua negara.
Dalam kegiatan tersebut, Dirjen Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Tri Supondy turut menyampaikan sambutan. Kehadiran pemerintah menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mendorong industri nasional yang semakin kompetitif.
Selain Tri Supondy, turut hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993-1998 Wardiman Djojonegoro, Kuasa Usaha ad interim Kedutaan Besar Jepang Myochin Mitsuru, serta Ketua Dewan Penasihat IJBNet Sanny Iskandar.
Sementara itu, Ketua Umum IJBNet Suyoto Rais juga menyampaikan sambutan dalam rangkaian peringatan Sewindu Berdirinya IJBNet.
Momentum delapan tahun perjalanan IJBNet menjadi bagian penting dalam memperkuat jejaring Indonesia-Jepang. Kolaborasi yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat diharapkan dapat terus berkembang untuk menciptakan SDM unggul, memperkuat daya saing industri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dengan semakin eratnya hubungan lintas sektor tersebut, kerja sama Indonesia-Jepang diharapkan tidak hanya memperluas peluang bisnis, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas dan pembangunan ekonomi kedua negara.
SUMBER: BISNIS INDONESIA
