KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA — Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung rakyat Palestina dalam forum Ministerial Coordination Meeting of the Group of Eight Arab and Islamic Countries di New York, Amerika Serikat, Senin (21/9/2026).
Sugiono mengatakan, masyarakat Gaza saat ini membutuhkan langkah konkret, terutama mengalirnya bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, dan penghentian kekerasan.
“Kita berkomitmen untuk tegaknya perdamaian, tetapi rakyat Palestina belum melihat perubahan nyata. Dalam jangka pendek, yang mereka butuhkan adalah mengalirnya bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, dan berhentinya pembunuhan di Gaza,” kata Sugiono dalam keterangannya, Senin.
Ia menegaskan, prioritas saat ini adalah memastikan upaya perdamaian dapat menghasilkan perubahan nyata di lapangan, terutama di tengah kondisi Gaza yang dinilai terus memburuk.
“Kita harus menyampaikan pesan yang kuat. Kita ingin melihat bahwa upaya yang kita lakukan benar-benar menghasilkan kemajuan dan perubahan bagi rakyat Palestina,” tuturnya.
Indonesia Dorong Pesan Bersama
Sugiono juga menekankan pentingnya negara-negara Group of Eight terus menyuarakan pesan yang kuat dan seirama serta menjaga dorongan bersama untuk mewujudkan perdamaian Palestina.
Indonesia, lanjut dia, berkomitmen untuk terus melakukan pendekatan dengan berbagai mitra guna mendorong kemajuan proses perdamaian di Palestina.
Menurut Sugiono, partisipasi aktif masyarakat Palestina menjadi salah satu aspek penting untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.
Pertemuan tingkat menteri tersebut merupakan kelanjutan dari koordinasi delapan negara Arab dan Islam yang diinisiasi pada High-Level Week Sidang Majelis Umum (SMU) ke-80 PBB pada 2025 untuk mencari langkah konkret dalam penyelesaian isu Palestina.
Sejak saat itu, koordinasi terus diperkuat melalui pelibatan berbagai mitra, termasuk Amerika Serikat, untuk menjaga momentum diplomatik dan mendorong langkah bersama menuju perdamaian di Gaza.
Forum tersebut melibatkan delapan negara, yakni Indonesia, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Türkiye, dan Pakistan.
Melalui forum tersebut, Indonesia kembali menekankan pentingnya upaya diplomatik yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat Palestina, terutama dalam pemenuhan kebutuhan kemanusiaan dan terciptanya kondisi yang mendukung proses perdamaian.
SUMBER: KOMPAS
