KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA — Mengisi bahan bakar minyak (BBM) hingga full tank kerap dianggap lebih hemat karena pengendara tidak perlu terlalu sering mampir ke SPBU. Namun, ada pula anggapan bahwa tangki yang diisi penuh membuat kendaraan lebih berat sehingga konsumsi BBM menjadi lebih boros.
Pasalnya, semakin banyak BBM yang dibawa, semakin besar pula beban yang harus digerakkan kendaraan.
Lantas, apakah mengisi BBM hingga full tank benar-benar membuat kendaraan lebih boros?
Isi BBM Full Tank Sedikit Lebih Boros
Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar, menjelaskan bahwa mobil yang diisi BBM hingga full tank memang sedikit lebih boros dibandingkan mobil dengan setengah tangki.
Hal tersebut terjadi karena semakin banyak BBM yang dibawa, semakin besar pula beban kendaraan yang harus digerakkan.
Meski demikian, perbedaan konsumsi BBM tersebut relatif sangat kecil. Sementara pada sepeda motor, tambahan beban akibat volume BBM yang lebih banyak memberikan pengaruh yang lebih kecil.
“Ya, kalau motor malah lebih kecil efeknya,” kata Supriyadi kepada Kompas.com, Selasa (22/9/2026).
Ia menjelaskan, bensin di Indonesia memiliki berat jenis sekitar 715-770 kilogram per meter kubik (kg/m³) pada suhu 15 derajat Celsius.
Dengan demikian, 50 liter bensin memiliki massa sekitar 35,8-38,5 kilogram.
Pada tangki berkapasitas 50 liter, selisih beban antara kondisi setengah tangki dan penuh mencapai sekitar 18-19 kilogram.
Sebagai perbandingan, U.S. Department of Energy (DOE) mencatat bahwa tambahan beban 100 pon atau sekitar 45 kilogram dapat menurunkan efisiensi bahan bakar sekitar 1 persen. Dampaknya cenderung lebih terasa pada kendaraan berukuran kecil.
“Kalau dihitung, tambahan 18-19 kg menaikkan konsumsi BBM sekitar 0,4 persen. Angka ini merupakan estimasi karena hasilnya dapat berbeda tergantung berat kendaraan, kondisi jalan, dan pola akselerasi,” jelas Supriyadi.
Artinya, perbedaan konsumsi BBM antara mengisi setengah tangki dan full tank relatif kecil. Pengisian penuh tidak serta-merta membuat kendaraan menjadi jauh lebih boros.
Faktor Lain Lebih Berpengaruh
Menurut Supriyadi, konsumsi BBM justru lebih banyak dipengaruhi oleh cara berkendara dan kondisi kendaraan.
Beberapa faktor yang berpengaruh antara lain gaya berkendara, kondisi lalu lintas, tekanan ban, penggunaan AC, kondisi mesin, serta kesesuaian jenis BBM dengan spesifikasi kendaraan.
U.S. Department of Energy juga menyebutkan bahwa mengurangi beban kendaraan dapat membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar. Namun, besarnya pengaruh bergantung pada bobot kendaraan dan tambahan beban yang dibawa.
Dengan demikian, memilih mengisi BBM setengah tangki bukan berarti kendaraan akan jauh lebih irit.
Sebaliknya, menurut Supriyadi, mengisi full tank memiliki keuntungan praktis karena pengendara tidak perlu terlalu sering mengisi BBM.
Istilah full tank dalam konteks pengisian BBM berarti mengisi hingga nozzle berhenti secara otomatis. Setelah sistem auto cut-off bekerja, pengisian sebaiknya dihentikan dan tidak perlu menambahkan BBM lagi.
Untuk menghemat BBM, pengendara lebih baik menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan, menghindari akselerasi dan pengereman secara berlebihan, menjaga kecepatan tetap stabil, serta melakukan perawatan kendaraan secara rutin.
“Jadi, pilih full atau setengah tangki sesuai kebutuhan perjalanan saja. Selisih konsumsinya terlalu kecil untuk menjadi pertimbangan utama,” ucap Supriyadi.
SUMBER: KOMPAS
