Investasi RI Tembus Rp1.539 Triliun hingga September 2026, Hilirisasi Sumbang Rp480 Triliun

Sepanjang Januari-September 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp480 triliun atau tumbuh 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai tersebut berkontribusi sebesar 31,2 persen terhadap total investasi nasional.

Menariknya, sekitar 78 persen investasi hilirisasi mengalir ke luar Pulau Jawa dengan nilai mencapai Rp373,1 triliun. Sementara Pulau Jawa memperoleh investasi sebesar Rp106,9 triliun atau sekitar 22 persen.

Bacaan Lainnya

Sektor mineral masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi Rp335,1 triliun.

Dari jumlah tersebut, nikel menyumbang Rp118,9 triliun, disusul bauksit Rp115,7 triliun, besi dan baja Rp40,8 triliun, tembaga Rp39,5 triliun, serta komoditas mineral lainnya.

Selain mineral, investasi hilirisasi juga berkembang pada sektor perkebunan dan kehutanan sebesar Rp83,6 triliun, minyak dan gas bumi Rp54 triliun, serta perikanan dan kelautan Rp7,3 triliun.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa agenda hilirisasi nasional mulai menjangkau lebih banyak sektor sumber daya alam, tidak hanya bertumpu pada industri pertambangan.

Persebaran investasi hilirisasi memperlihatkan besarnya daya tarik kawasan di luar Pulau Jawa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *