Selanjutnya, Jumat (6/11/2026), agenda dilanjutkan dengan peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI).
Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai sesi edukasi mengenai perencanaan keuangan, pilihan instrumen investasi, serta pasar modal syariah.
Sementara pada Sabtu (7/11/2026), pembahasan akan mencakup Exchange-Traded Fund (ETF) Emas, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di sektor keuangan, serta sesi inspiratif bersama figur publik dan atlet.
Rangkaian agenda tersebut mencerminkan semakin luasnya perkembangan industri pasar modal, termasuk hadirnya inovasi produk investasi dan pemanfaatan teknologi dalam ekosistem keuangan.
BEI memandang pertumbuhan jumlah investor yang telah melampaui 32,7 juta SID sebagai peluang besar untuk memperkuat peran pasar modal dalam perekonomian nasional.
Pasalnya, pasar modal tidak hanya menjadi sarana masyarakat mengembangkan aset, tetapi juga memiliki fungsi strategis dalam menghimpun dana jangka panjang untuk mendukung pembiayaan dunia usaha dan aktivitas ekonomi.
Namun, peningkatan partisipasi masyarakat perlu diimbangi dengan edukasi yang berkelanjutan. Investor harus memahami bahwa setiap produk memiliki karakteristik, potensi imbal hasil, serta tingkat risiko yang berbeda.
Keputusan investasi pun sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren atau ajakan pihak lain, melainkan melalui pertimbangan tujuan keuangan, kemampuan finansial, dan profil risiko.












