Peningkatan ekspor menjadi salah satu strategi penting yang didorong Kadin untuk memperkuat perekonomian nasional. Selain memperluas pasar bagi produk Indonesia, ekspor juga berperan dalam menghasilkan devisa dan memperkuat cadangan devisa negara.
Anindya mengimbau para pelaku usaha agar tetap tenang dalam menghadapi dinamika ekonomi global dengan menjaga kinerja fundamental perusahaan. Menurutnya, penguatan arus kas atau cash flow juga penting agar perusahaan dapat mempertahankan keberlanjutan bisnis di tengah persaingan dan ketidakpastian pasar.
Kadin memandang, kombinasi antara peningkatan ekspor, pengelolaan keuangan perusahaan yang sehat, dan penguatan daya saing dapat membantu menciptakan iklim usaha yang lebih kokoh. Kondisi tersebut diharapkan turut mendorong kepercayaan investor, baik di pasar modal maupun investasi langsung dari luar negeri.
Selain ekspor dan investasi, Anindya menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik, terutama melalui program swasembada pangan dan penguatan ketahanan energi.
Menurut dia, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menahan tekanan biaya hidup masyarakat. Kenaikan biaya hidup yang memicu gejolak di sejumlah negara Eropa menjadi pelajaran mengenai pentingnya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Kita melihat bahwa gonjang-ganjing di Eropa disebabkan karena kenaikan biaya hidup. Kenaikan biaya hidup inilah yang pada saat ini kita coba tahan dengan swasembada pangan, energi, walau kita masih impor tapi efeknya dan subsidi kita masih berada pada skala 3-4 persen dari sisi inflasinya,” ujar Anindya.
Upaya menjaga ketahanan pangan dan energi dinilai penting untuk mengurangi kerentanan ekonomi terhadap gejolak harga global. Namun, penguatan pasokan domestik tetap perlu berjalan beriringan dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi agar biaya produksi dunia usaha dapat lebih terkendali.












