OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga Meski Ekonomi Global Dihantam Ketidakpastian

KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA – Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh konflik geopolitik, tekanan inflasi, hingga volatilitas pasar keuangan internasional belum mampu menggoyahkan fondasi sektor jasa keuangan Indonesia.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga dengan intermediasi yang tumbuh positif dan tingkat solvabilitas yang kuat.

Bacaan Lainnya

Dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang digelar pada 5 Juni 2026, regulator menilai bahwa meskipun tekanan eksternal semakin meningkat, sistem keuangan nasional masih menunjukkan daya tahan yang baik.

Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian Indonesia yang sedang menghadapi tantangan dari perlambatan ekonomi dunia dan tingginya suku bunga global.

OJK mencatat konflik geopolitik yang berkepanjangan di kawasan Timur Tengah menyebabkan harga energi dunia tetap tinggi.

Dampaknya, inflasi global masih menjadi ancaman sehingga mendorong bank sentral di berbagai negara mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama atau dikenal dengan istilah higher for longer.

Situasi tersebut meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan global dan memengaruhi arus modal ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Namun demikian, aktivitas manufaktur global masih berada di zona ekspansi meski melambat, sementara ekonomi Amerika Serikat tetap relatif kuat dengan pasar tenaga kerja yang solid. Sebaliknya, Tiongkok masih menghadapi pelemahan permintaan domestik dan investasi.

Di dalam negeri, aktivitas ekonomi menunjukkan perkembangan yang beragam. Sektor manufaktur kembali mencatat ekspansi, inflasi masih berada dalam batas terkendali, dan neraca perdagangan tetap mencatat surplus meski nilainya menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *