Pangkalan Randi di Gading Mas Raya Keluhkan HET Rp18 Ribu yang Tak Sebanding Beban Logistik

Randi mengungkapkan bahwa tantangan pangkalan yang berada di kawasan dalam perumahan seperti Gading Mas Raya jauh lebih berat pada sektor transportasi dan lansiran operasional harian.

Jarak tempuh distribusi, laju inflasi daerah, biaya perawatan tabung, hingga upah tenaga bongkar muat lokal terus merangkak naik secara signifikan dibandingkan kondisi ekonomi saat tarif Rp18.000 tersebut pertama kali ditetapkan bertahun-tahun lalu.

Bacaan Lainnya

Beban keuntungan yang kian tipis itu kian diperparah oleh waktu dan tenaga ekstra yang harus dikorbankan untuk urusan administratif.

Sesuai aturan berkala, pangkalan kini wajib melakukan pemindaian kartu identitas (KTP/KK) setiap pembeli melalui sistem Subsidi Tepat digital.

“Aturan pencatatan digital itu sangat bagus agar gas melon tidak salah sasaran. Namun bagi kami yang berada di lini terbawah distribusi perumahan, proses melayani antrean warga dan input data harian ini menyedot tenaga ekstra. Sangat tidak seimbang dengan margin keuntungan yang tersisa karena harga jual kami dipatok mati di Rp18.000,” tambahnya lagi.

Terhimpitnya pangkalan resmi seperti Pangkalan Randi di Kelurahan Batu Sembilan ini dikhawatirkan dapat berdampak jangka panjang pada stabilitas pasokan energi di tingkat masyarakat.

Pos terkait