KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Dari pesisir Kepulauan Riau, gonggong bukan hanya dikenal sebagai kuliner khas masyarakat setempat. Di tangan Arti Sulastri Aritonang, biota laut tersebut justru menjelma menjadi inspirasi motif batik yang memiliki nilai ekonomi hingga jutaan rupiah.
Melalui brand Batik Tenun Arios, Arti mengangkat kekayaan bahari Kepulauan Riau ke dalam lembaran kain batik tulis. Motif gonggong menjadi salah satu ciri khas yang membedakan karyanya dengan produk batik dari daerah lain.
“Ini khas Kepri. Karena Kepri itu lautan, jadi biotanya laut. Kita banyak menggunakan motif dan warna yang menggambarkan daerah kelautan,” ujar Arti saat ditemui awak media disela-sela kunjungan bersama manajemen Pertamina Patra Niaga pada Senin (14/9/2026) siang.
Pilihan warna biru menjadi salah satu karakter kuat Batik Tenun Arios. Warna tersebut tidak sekadar menjadi unsur estetika, tetapi juga merepresentasikan identitas Kepulauan Riau sebagai wilayah kepulauan yang sebagian besar wilayahnya berupa laut.
Dalam proses produksinya, Arios menggunakan pewarna indigosol serta teknik batik tulis. Untuk bahan kain, Arti memilih kain katun dan sutra, dengan proses produksi yang sangat bergantung pada cuaca.
“Kalau proses pembuatannya sekitar dua minggu. Kalau kondisi tertentu bisa tiga minggu. Untuk sutra bahkan bisa sampai satu bulan,” katanya.
