“Pelaku selama ini hidup nomaden dan tinggal di hutan. Barang yang dibawa itu juga digunakan untuk pengamanan diri serta menebang kayu-kayu di sekitar lokasi,” jelasnya.
Polisi mengungkap, aksi penebangan tersebut diduga dipicu kondisi psikologis pelaku yang tengah mengalami tekanan berat akibat persoalan ekonomi keluarga. Berdasarkan pemeriksaan penyidik, istri dan anak pelaku disebut meninggalkannya sehingga membuat pelaku mengalami stres berat.
“Yang bersangkutan mengaku sedang mengalami tekanan ekonomi dan beban pikiran berat karena ditinggalkan keluarganya. Saat berada di Jalan Jenderal Sudirman, dia kemudian secara spontan melakukan penebangan pohon-pohon tersebut,” tambahnya.
Kasus ini kini masih dalam penanganan penyidik Polda Kepulauan Riau untuk proses hukum lebih lanjut. (Iman)









