“Selain mendukung keandalan pasokan listrik saat ini, teknologi tersebut juga memiliki potensi untuk menggunakan bahan bakar rendah emisi, seperti green hydrogen dan green ammonia. Hal ini sejalan dengan visi Batam untuk berkembang sebagai kawasan industri yang kompetitif, tangguh, dan rendah karbon,” tambahnya.
Daniel juga menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara Swedia dan Batam yang terus berkembang. Ia berharap kolaborasi di bidang energi, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang.
“Swedia berharap dapat terus menjadi mitra terpercaya dalam perjalanan transformasi energi Batam dan Indonesia. Kami juga mengundang PLN Batam untuk bergabung dalam rangkaian kunjungan resmi Yang Mulia Putri Mahkota Swedia ke Indonesia serta Sweden–Indonesia Sustainability Partnership Conference yang akan diselenggarakan pada September 2026,” tutupnya.
Mewakili Pemerintah Kota Batam, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Swedia atas komitmennya dalam mendukung penguatan sektor energi di Batam. Ia menyambut baik kunjungan Duta Besar Swedia untuk Indonesia sebagai momentum untuk mempererat hubungan bilateral sekaligus memperluas peluang kerja sama investasi di Kota Batam.
Firmansyah menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik merupakan fondasi utama dalam menjaga iklim investasi dan mendukung pertumbuhan kawasan industri di Batam. Karena itu, penambahan kapasitas pembangkit sebesar 300 MW dinilai akan semakin memperkuat kesiapan Batam dalam mengakomodasi kebutuhan energi seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan investasi. Tambahan pasokan listrik akan menjadi pendorong bagi percepatan berbagai agenda pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.
