Ariastuty menilai keberadaan PTSP menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat sekaligus menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif di Batam.
“Pelayanan terpadu ini kami dorong agar masyarakat maupun pelaku usaha mendapatkan akses layanan yang jelas dan terintegrasi. Kami ingin proses pelayanan dapat memberikan kemudahan serta kepastian bagi mereka yang membutuhkan layanan BP Batam,” katanya.
Konsultasi Lahan Jadi Layanan Terpadat
Dominasi konsultasi lahan dengan 8.644 kunjungan memperlihatkan bahwa kebutuhan informasi terkait lahan masih menjadi salah satu isu utama bagi masyarakat maupun dunia usaha di Batam.
Sementara tingginya penggunaan layanan OSS dan Helpdesk menunjukkan semakin besarnya kebutuhan terhadap pendampingan dalam proses perizinan dan pelayanan berbasis digital.
Dengan total 27.705 kunjungan, PTSP BP Batam sepanjang semester pertama 2026 tidak hanya menjadi pusat administrasi, tetapi juga menjadi salah satu kanal penting bagi masyarakat dan investor untuk memperoleh informasi serta pendampingan terkait berbagai kebutuhan usaha di Batam.
Ariastuty menegaskan, BP Batam akan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan agar proses administrasi semakin efektif dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Batam.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan. Harapannya, masyarakat dan pelaku usaha semakin mudah mendapatkan layanan yang dibutuhkan dan prosesnya dapat berlangsung secara efektif,” ujar Ariastuty. (Iman)











