KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Di tengah perubahan kawasan Rempang yang terus berkembang, sebuah investasi untuk masa depan sedang dimulai dari sesuatu yang paling mendasar: pendidikan.
Di atas lahan sekitar 18 hektare, Sekolah Terintegrasi Merah Putih disiapkan bukan sekadar sebagai tempat anak-anak belajar membaca, berhitung dan menghafal pelajaran. Kawasan ini dirancang menjadi ekosistem pendidikan terpadu yang mempertemukan ruang belajar, tempat tinggal, olahraga, ibadah hingga pengembangan karakter.
Pekerjaan cut and fill sebagai tahap awal pembangunan kini telah mencapai sekitar 98 persen. Setelah kurang lebih dua setengah bulan dikerjakan, lahan tersebut mulai siap memasuki tahapan pembangunan berikutnya.
Bagi penggagasnya, pembangunan sekolah di Rempang memiliki arti yang lebih panjang daripada sekadar berdirinya sebuah fasilitas pendidikan.
Ketua Yayasan Merah Putih Batam, Edy Hussy, mengatakan sekolah tersebut dirancang untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak, termasuk mereka yang berada di wilayah hinterland Batam.
“Sekolah ini dibangun di atas lahan luas lebih kurang 18 hektare di Rempang. Sekolah ini dirancang sebagai kawasan pendidikan yang terintegrasi,” ujar Edy.
Sekolah Terintegrasi Merah Putih dirancang dengan konsep boarding school. Artinya, lingkungan pendidikan tidak berhenti ketika jam pelajaran berakhir.
Di dalam kawasan tersebut akan tersedia asrama siswa dan guru, perpustakaan, gedung serbaguna, tempat ibadah serta berbagai fasilitas olahraga.











