Dorong Perdagangan dan Investasi Indonesia-Malaysia
Pengembangan koridor RoRo Batam-Johor merupakan tindak lanjut komitmen Indonesia dan Malaysia dalam memperkuat konektivitas lintas batas.
Kehadiran jalur tersebut diharapkan dapat mendorong perdagangan, investasi, pariwisata, serta integrasi logistik kedua negara.
ASDP bersama KJRI Johor Bahru sebelumnya menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 29 Juli untuk membahas potensi pasar, kesiapan operasional dan infrastruktur, regulasi, prosedur lintas batas, serta peluang komersial.
Forum tersebut melibatkan pejabat terkait, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dari kedua negara.
Rio menilai RoRo Batam-Johor bukan sekadar membuka rute transportasi baru, tetapi juga berpotensi mempererat hubungan dua pusat pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, layanan tersebut dapat memperkuat jaringan logistik, mendorong hubungan bisnis, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi Indonesia dan Malaysia.
ASDP menilai pengembangan koridor RoRo Batam-Johor bertumpu pada empat fondasi utama, yakni tata kelola, regulasi, infrastruktur, dan pasar.
Keempat aspek tersebut perlu dibangun secara paralel melalui koordinasi pemerintah, regulator, otoritas perbatasan, operator pelabuhan, pelaku logistik, serta dunia usaha dari kedua negara.
“Yang ingin kami bangun bukan sekadar lintasan baru, tetapi koridor konektivitas yang mampu menciptakan nilai tambah bagi kedua negara,” ujar Rio.
Dengan jarak hanya sekitar 27 mil laut, RoRo Batam-Johor berpeluang mengubah kedekatan geografis menjadi jembatan ekonomi baru Indonesia-Malaysia.
Jalur tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas dan logistik, tetapi juga membuka ruang lebih besar bagi perdagangan, investasi, serta pertumbuhan ekonomi kedua negara.
SUMBER: KONTAN










