KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM — Di balik keputusan investor menanamkan modal, ada satu pertanyaan yang sering kali tidak terlihat dalam angka-angka investasi: seberapa aman modal itu untuk tumbuh?
Pertanyaan tersebut menjadi penting bagi Kepulauan Riau (Kepri), daerah yang berada di jalur perdagangan internasional dan memiliki posisi strategis dalam jaringan industri, logistik, maritim, pariwisata hingga perdagangan lintas negara.
Bagi Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, keamanan karena itu tidak boleh ditempatkan hanya sebagai urusan menjaga ketertiban masyarakat. Keamanan harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi. Dari pemikiran itulah lahir konsep “Secure Kepri, Secure Your Investment”.
Konsep tersebut menempatkan keamanan sebagai mata rantai awal yang menghubungkan stabilitas daerah dengan kepercayaan investor, pertumbuhan investasi, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Gagasan ini juga menjadi salah satu program yang mendapat sorotan dalam visitasi Tim Kompolnas Awards 2026 setelah Polda Kepri masuk lima besar nominator dari 34 Polda se-Indonesia.
Dalam alur pikir yang dibangun Kapolda Kepri, prosesnya sederhana tetapi memiliki dampak ekonomi yang panjang. Keamanan menciptakan rasa aman. Rasa aman melahirkan kepercayaan. Kepercayaan mendorong investasi. Investasi kemudian menciptakan aktivitas ekonomi, lapangan kerja dan kesejahteraan.
“Keamanan menciptakan kepercayaan. Kepercayaan mendorong investasi,” tegas Asep dalam menjelaskan filosofi Secure Kepri, Secure Your Investment.
Di titik inilah peran kepolisian mulai bersinggungan langsung dengan dunia ekonomi. Investor tidak hanya membutuhkan kawasan industri, pelabuhan, infrastruktur dan kemudahan perizinan. Mereka juga membutuhkan kepastian bahwa kegiatan bisnis dapat berlangsung tanpa gangguan keamanan, konflik sosial maupun ketidakpastian hukum.
Bagi Kepri yang ekonominya sangat terkait dengan mobilitas barang, manusia dan modal, gangguan terhadap keamanan dapat memiliki efek berantai.
Aktivitas produksi bisa terganggu. Distribusi tersendat. Biaya usaha meningkat. Kepercayaan pasar menurun. Sebaliknya, ketika keamanan terjaga, dunia usaha memperoleh ruang untuk bekerja dan berkembang.
Polda Kepri menerjemahkan konsep tersebut melalui pendekatan 5P: People, Planet, Partnership, Peace dan Prosperity.
1. People menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dari pelayanan dan perlindungan kepolisian.
2. Planet menghubungkan keamanan dengan keberlanjutan lingkungan dan sumber daya.
3. Partnership menekankan kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi dan masyarakat.
4. Peace menjadi fondasi stabilitas kamtibmas sekaligus kepastian hukum.
5. Sementara Prosperity menempatkan keamanan sebagai salah satu penggerak kesejahteraan.











