“Kenaikan ini turut dipengaruhi oleh tingginya kebutuhan pembiayaan pemerintah dan peningkatan penerbitan obligasi jangka panjang oleh hyperscalers untuk investasi terkait dengan AI,” jelasnya.
Ekonomi Domestik Dinilai Tetap Tangguh
Di tengah berbagai tekanan eksternal tersebut, OJK melihat kondisi ekonomi domestik menunjukkan ketahanan yang relatif kuat.
Sejumlah indikator ekonomi terkini, menurut Kiki, memperlihatkan aktivitas perekonomian nasional tetap tumbuh dengan tingkat inflasi yang terkendali dan stabil.
Kondisi tersebut turut ditopang sektor keuangan yang tetap berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Tentunya perkembangan positif tersebut didukung oleh sektor keuangan yang terus kontributif terhadap pertumbuhan serta stabilitas sektor keuangan yang tetap terjaga dengan fundamental industri jasa keuangan yang solid,” ujarnya.
OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
Dengan tekanan suku bunga global, risiko inflasi, volatilitas pasar obligasi, serta ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi, ketahanan fundamental industri jasa keuangan nasional menjadi salah satu penyangga penting bagi perekonomian Indonesia memasuki periode akhir 2026. (***)











