Sektor Kuliner Jadi Andalan, BI Kepri Kembangkan Ekosistem Ekonomi Digital melalui QRIS

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro

KABAREKONOMI.CO.ID, BATAM – Bank Indonesia terus memperkuat transformasi digital nasional melalui pengembangan sistem pembayaran berbasis digital yang semakin inklusif.

Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program QRIS Jelajah Indonesia (QJI) 2026, sebuah agenda nasional yang tahun ini secara khusus mendorong penguatan sektor kuliner sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

Bacaan Lainnya

Program yang merupakan bagian dari rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia itu kembali digelar pada 2026 dengan mengangkat tema “Jelajah Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS”. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri Bank Indonesia di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Kepulauan Riau.

Melalui program ini, Bank Indonesia menargetkan percepatan integrasi ekonomi digital dengan memperluas penggunaan sistem pembayaran digital di berbagai sektor usaha, khususnya sektor makanan dan minuman yang selama ini memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat serta memiliki keterkaitan kuat dengan sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto P, mengatakan digitalisasi pembayaran kini menjadi instrumen penting dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah di tengah perubahan perilaku transaksi masyarakat yang semakin mengarah pada ekosistem non-tunai.

“QRIS Jelajah Indonesia 2026 bukan sekadar kampanye penggunaan pembayaran digital. Program ini adalah bagian dari strategi besar untuk memperkuat struktur ekonomi nasional melalui peningkatan produktivitas UMKM, penguatan daya saing usaha lokal, dan membangun ekosistem ekonomi digital yang lebih efisien, aman, serta inklusif,” ujar Rony Widijarto P di sela-sela kegiatan Bincang Bareng Media beberapa waktu lalu.

Menurut Rony, sektor kuliner dipilih sebagai fokus utama karena merupakan salah satu sektor ekonomi yang paling dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari dan memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian daerah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *