Sektor Kuliner Jadi Andalan, BI Kepri Kembangkan Ekosistem Ekonomi Digital melalui QRIS

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto Purubaskoro

Ia menjelaskan, digitalisasi pada sektor kuliner tidak hanya memberikan kemudahan transaksi bagi konsumen, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi usaha, memperbaiki pencatatan keuangan, serta memperkuat akses terhadap ekosistem pembiayaan formal.

Secara nasional, data Bank Indonesia menunjukkan sekitar 25 persen merchant QRIS saat ini berasal dari kategori makanan dan minuman, menjadikannya salah satu sektor dengan potensi pertumbuhan tertinggi dalam pengembangan ekonomi digital Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Kami melihat sektor kuliner memiliki posisi yang sangat strategis. Ketika merchant kuliner semakin banyak mengadopsi QRIS, maka terjadi peningkatan efisiensi transaksi, pertumbuhan omzet usaha, perluasan inklusi keuangan, dan pada akhirnya akan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan,” kata Rony.

Selain memperluas ekosistem pembayaran digital, program QRIS Jelajah Indonesia juga diarahkan untuk meningkatkan sinergi implementasi kebijakan ekonomi dan keuangan digital nasional antara pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, industri jasa keuangan, asosiasi bisnis, komunitas pelaku usaha, hingga masyarakat umum.

Bank Indonesia juga menempatkan aspek edukasi publik sebagai salah satu agenda utama program tersebut. Literasi digital dinilai menjadi faktor penting agar masyarakat semakin memahami manfaat penggunaan instrumen pembayaran digital, mulai dari QRIS, BI-FAST, kartu kredit Indonesia (KKI), hingga berbagai layanan digital lainnya.

Di sisi lain, Bank Indonesia melihat keterkaitan kuat antara sektor kuliner dengan pengembangan industri pariwisata nasional.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam program QRIS Jelajah Indonesia 2026, tercatat 23,8 persen pengeluaran wisatawan dialokasikan untuk belanja kuliner, dengan nilai belanja mencapai sekitar USD 243,38 per kunjungan wisatawan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *