Sampah Diolah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi
Di bidang lingkungan, AFT Hang Nadim juga mengembangkan program yang mendorong masyarakat memanfaatkan sampah sebagai sumber daya bernilai tambah.
Melalui Program Nong Isa, pengelolaan sampah organik dan nonorganik dilakukan dengan kapasitas sekitar 2 ton per bulan.
Sampah organik dimanfaatkan sebagai media tanam dan pupuk, sementara sampah nonorganik dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan botol kaca sebagai wadah aromaterapi.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan UMKM berbasis potensi lokal.
“Kami turut mendorong perkembangan UMKM melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, dan pengembangan produk berbasis potensi lokal,” kata Sigit.
Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah di lingkungan sekitar, tetapi juga mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah.
Sampah yang sebelumnya dianggap sebagai sesuatu yang harus dibuang, kini diarahkan untuk dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai ekonomi.
Untuk memastikan efektivitas program, AFT Hang Nadim melibatkan pihak independen dalam pengukuran dampak CSR.
Evaluasi dilakukan dengan melihat sejumlah indikator, termasuk perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terjadi di tengah masyarakat penerima manfaat.
“Hasil pengukuran tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki dan mengembangkan program berikutnya,” ujar Sigit.
Ia menambahkan, penentuan program CSR dilakukan melalui assessment dan Social Mapping bersama pihak independen.
Langkah tersebut bertujuan memetakan kondisi, kebutuhan, serta potensi masyarakat sebelum program ditetapkan.
Memasuki 2027, AFT Hang Nadim berencana melanjutkan pengembangan program yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kapasitas, pengelolaan lingkungan, dan keberlanjutan program.
Sigit menyebutkan, pengembangan program akan tetap mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, potensi lokal, serta hasil evaluasi dari program yang telah berjalan.
“Dengan demikian, manfaatnya dapat terus berkembang dan dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.(Iman Suryanto)











