HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia, OJK Pacu Reformasi Integritas dan Likuiditas Pasar

Jumlah investor terus mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 30,27 juta, bertambah sekitar 9,8 juta investor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 persen investor berusia di bawah 40 tahun.

Selain itu, Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana per 7 Agustus 2026 tercatat sebesar Rp667 triliun. Sementara nilai Asset Under Management (AUM) berada di posisi Rp1.026 triliun.

Bacaan Lainnya

Dari sisi perdagangan karbon, volume transaksi akumulatif sejak 26 September 2023 hingga 7 Agustus 2026 mencapai 1,98 juta ton CO2 ekuivalen dengan nilai Rp93,89 miliar. Perdagangan tersebut diikuti 158 perusahaan dengan ketersediaan unit karbon mencapai 3,14 juta ton CO2 ekuivalen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa Pasar Modal Indonesia terus tumbuh, baik dari sisi kemampuan menghimpun dana bagi dunia usaha maupun dari sisi perluasan basis investor. Di sisi lain, peningkatan dana kelolaan mencerminkan semakin berkembangnya pilihan dan kebutuhan investasi masyarakat,” ujar Hasan.

OJK Percepat Reformasi Pasar Modal

Dalam MSCI Market Classification Review pada Juni 2026, Indonesia kembali dipertahankan dalam klasifikasi Emerging Market. Keputusan tersebut dinilai menjadi pengakuan atas berbagai upaya perbaikan yang dilakukan OJK bersama SRO dan seluruh pemangku kepentingan.

Ke depan, OJK bersama SRO akan terus mempercepat sejumlah inisiatif strategis, di antaranya peningkatan persyaratan minimum free float menjadi 15 persen, penyusunan kerangka pengaturan mengenai High Shareholder Concentration (HSC), serta peningkatan transparansi kepemilikan saham.

Sesuai Roadmap Pasar Modal dan Keuangan Derivatif 2022–2027, OJK juga terus mendorong pendalaman pasar, peningkatan integritas melalui efektivitas sanksi dan kualitas emiten, penguatan kelembagaan pelaku usaha jasa keuangan, pengembangan demutualisasi bursa, penguatan keamanan siber, hingga pengembangan keuangan berkelanjutan.

Melalui berbagai langkah tersebut, OJK berharap Pasar Modal Indonesia semakin dalam, likuid, kredibel, dan mampu menjadi salah satu katalis utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Pos terkait