Ia menegaskan, setiap investor memiliki kondisi finansial, kemampuan, serta tujuan investasi yang berbeda. Karena itu, pemilihan instrumen investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan masing-masing.
Pesan tersebut juga sejalan dengan kampanye #AkuInvestorSaham yang diluncurkan BEI sejak 10 Agustus 2023 untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam investasi saham.
Tidak hanya menghadirkan seminar dan diskusi, CMSE 2026 juga menjadi ajang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat ekosistem pasar modal Indonesia.
Tahun ini, penyelenggara menghadirkan 88 booth dengan lebih dari 100 tenant yang melibatkan berbagai lembaga dan pelaku industri keuangan.
Peserta pameran berasal dari OJK, BEI, organisasi pengatur mandiri, anggota bursa, manajer investasi, agen penjual efek reksa dana, perusahaan tercatat, hingga Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.
Selain itu, turut berpartisipasi perusahaan binaan IDX Incubator, asosiasi pasar modal, serta sejumlah mitra industri lainnya.
Melalui pameran tersebut, pengunjung dapat memperoleh informasi langsung mengenai beragam produk investasi, layanan keuangan, dan peluang pengembangan investasi di pasar modal.
Kehadiran berbagai pelaku industri ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam memahami karakteristik setiap instrumen investasi sebelum mengambil keputusan finansial.
Selama tiga hari penyelenggaraan, CMSE 2026 menghadirkan sejumlah agenda yang dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan, mulai dari calon investor hingga investor berpengalaman.
Pada hari pertama, Kamis (5/11/2026), rangkaian kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan, Galeri Investasi BEI Award 2026, serta seminar utama bertajuk Indonesia’s Economic & Investment Outlook.












