Pertanaman Padi Agustus 2026 Tertekan, BPS Prediksi Panen hingga November Turun

KABAREKONOMI.CO.ID, JAKARTA — Luas pertanaman padi pada Agustus 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut bahkan berada di bawah capaian Agustus 2023 ketika Indonesia juga menghadapi fenomena El Nino.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat proporsi luas lahan yang berada pada fase standing crop atau sedang ditanami padi pada Agustus 2026 hanya mencapai 28,07%, berdasarkan hasil pengamatan Kerangka Sampel Area (KSA).

Bacaan Lainnya

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan rendahnya proporsi standing crop pada Agustus 2026 berkaitan dengan kondisi curah hujan yang mayoritas berada pada kriteria rendah di berbagai wilayah Indonesia.

“Jika kita lihat histori fase amatan KSA padi pada Agustus dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2026, pada Agustus tahun 2023 dan Agustus tahun 2026 saat El Nino untuk proporsi luas standing crop atau pertanaman padi tercatat relatif lebih rendah. Masing-masing yaitu 29,79% dan 28,07%,” ungkap Ateng dalam rilis data BPS, Kamis (1/10/2026).

Proporsi standing crop pada Agustus 2026 juga berada di bawah kisaran kondisi Agustus pada tahun-tahun normal, yakni 2021, 2022, 2024, dan 2025. Pada periode tersebut, proporsi standing crop berada pada kisaran 31,16% hingga 34,15%.

Lahan Nonpadi Mendominasi

Hasil pengamatan KSA menunjukkan sebagian besar lahan pertanian pada Agustus 2026 berada pada fase ditanami komoditas selain padi dengan proporsi 34,11%.

Sementara itu, lahan bera atau lahan yang sementara tidak ditanami mencapai 17,45%. Lahan yang telah dipanen tercatat 13,81%, sedangkan lahan yang masih berada dalam tahap persiapan tanam mencapai 5,60%.

Menyusutnya proporsi standing crop menunjukkan lebih sedikit lahan padi yang berada pada fase sebelum panen, baik vegetatif maupun generatif. Kondisi tersebut berpotensi menekan luas panen pada periode berikutnya.

Tekanan terhadap luas panen mulai terlihat pada realisasi Agustus 2026. BPS mencatat luas panen padi pada bulan tersebut mencapai 1,08 juta hektare, turun 2,83% dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 1,11 juta hektare.

Namun, secara kumulatif, luas panen padi Januari–Agustus 2026 masih mencapai 8,32 juta hektare, naik tipis 0,11% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *