Bidik Investor Timur Tengah
Penjajakan investor PFII saat ini masih difokuskan pada calon investor dari kawasan Asia. Namun, pemerintah melihat peluang yang lebih besar dari kawasan Timur Tengah, terutama Dubai.
Rosan mengatakan pemerintah belum melakukan penjajakan secara luas dengan investor dari Eropa maupun Timur Tengah. Karena itu, kawasan tersebut masih menjadi salah satu sasaran berikutnya dalam pengembangan PFII.
“Yang kita temui itu baru investor atau family office yang dari Asia dulu. Belum yang Eropa, belum yang dari Timur Tengah. Justru potensi yang besar tuh yang banyak dari Dubai ini,” tuturnya.
Dalam proses persiapan tersebut, pemerintah juga menyerap masukan dari Dubai International Financial Centre (DIFC). Rosan menilai DIFC memiliki kerangka kerja yang baik dan dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan PFII.
Pemerintah berharap pengalaman dan kerangka kerja pusat keuangan internasional seperti DIFC dapat memberikan masukan bagi penyusunan ekosistem PFII yang kompetitif, kredibel, dan sesuai dengan kebutuhan investor global.
Dengan respons positif dari calon investor Asia serta potensi penjajakan lebih lanjut ke Timur Tengah dan Eropa, pemerintah kini terus mematangkan aspek kelembagaan, tata kelola, independensi, dan standar operasional PFII sebelum dikembangkan lebih jauh sebagai pusat keuangan internasional Indonesia.
SUMBER: DETIK










