Wagub Nyanyang juga menilai, bantuan kepada masyarakat perlu diintegrasikan dengan program peningkatan kapasitas ekonomi keluarga. Nelayan dan pelaku UMKM, misalnya, tidak hanya membutuhkan dukungan usaha, tetapi juga kepastian bahwa anak-anak mereka dapat mengakses pendidikan yang layak.
“Penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama pemerintah, lembaga terkait, dunia pendidikan, dan dunia usaha agar bantuan yang diberikan benar-benar membantu masyarakat menjadi lebih mandiri,” katanya.
Melalui pemberdayaan UMKM, masyarakat diharapkan memperoleh peluang untuk meningkatkan pendapatan, memperluas pasar, dan menciptakan sumber penghasilan yang lebih stabil.
Pendekatan ini menjadi penting bagi keluarga yang selama ini bergantung pada pendapatan sektor informal, termasuk nelayan dan petani, yang penghasilannya dapat dipengaruhi kondisi cuaca, musim, serta perubahan permintaan pasar.
Selain pendidikan dan ekonomi, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat menjadi perhatian dalam pembangunan Kepri.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang sejalan dengan kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan.
Nyanyang menilai pembangunan manusia harus dilakukan secara terpadu. Masyarakat perlu memperoleh akses pendidikan yang memadai, layanan kesehatan, serta kesempatan ekonomi yang dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Pembangunan manusia tidak hanya berbicara tentang pendidikan atau pendapatan, tetapi juga kesehatan. Ketiganya harus berjalan bersama agar masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk hidup produktif dan meningkatkan kesejahteraannya,” ujarnya.











