Akses kesehatan yang lebih baik juga penting bagi keluarga berpenghasilan rendah agar masalah kesehatan tidak berkembang menjadi beban ekonomi yang semakin berat.
Kepri juga disebut menempati peringkat ketiga nasional dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), setelah DKI Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Peringkat tersebut perlu disesuaikan dengan tahun rujukan dan publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS).
IPM mengukur pembangunan manusia melalui dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Karena itu, peningkatan IPM perlu disertai upaya memperluas pemerataan akses layanan dasar, termasuk bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau dengan keterbatasan sarana dan konektivitas.
Bagi pemerintah daerah, tantangan berikutnya adalah memastikan capaian pembangunan dapat dirasakan hingga kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, bukan hanya tercermin dalam indikator agregat tingkat provinsi.
Nyanyang menegaskan bahwa pembangunan Kepri harus terus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Tujuan pembangunan pada akhirnya adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, pendidikan anak-anak, kesehatan keluarga, penguatan UMKM, dan kesempatan kerja harus menjadi bagian dari upaya bersama untuk memutus rantai kemiskinan,” tutupnya.
Dengan mengintegrasikan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan investasi yang membuka peluang kerja, Kepri diharapkan mampu memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup sekaligus memperkuat pembangunan manusia di wilayah kepulauan. (Iman Suryanto)











